![]() |
| Peta Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo diambil dari google earth |
Kamis, 26 September 2013
mBAH Sukiyem Karangasem Meninggal Dunia
Talud Klile dikebut
Padatnya agenda pembangunan di tahun 2013, menuntut semua pihak untuk bergerak cepat agar semua bisa selesai tepat pada waktunya. Salah satu kegiatan yang dikebut adalah pembangunan talud jalan yang terletak di jalan paling selatan Dukuh Klile, tepatnya jalan timur mBah Jogo ke timur sepanjang kurang lebih 235 m. Kegiatan ini didanai dari APBD Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp. 50.000.000,00. Dengan menggunakan pekerja lokal diharapkan bisa menjamin kualitas bangunan. Dukungan dari masyarakat juga tidak kalah penting, hampir setiap hari warga Dukuh Klile yang dikomdoi oleh Pak Bayan Mulyono melakukan kegiatan kerja bhakti. Bravo Karangasem.
PAMSIMAS HIK MULAI DIGARAP
Setelah sukses melaksanakan program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di tahun 2011, Desa Karangasem mendapat PAMSIMAS HIK (Hibah Insentif Kabupaten) untuk pengadaan air bersih di Desa Karangasem. Sesuai dengan kesepakatan musyawarah, lokasi Pamsimas HIK Tahun 2013 ada di Dukuh Klile, pengeboran sumurnya tepatnya di sebelah timur rumah Bp. Untung Darto Wiyono. Pagu anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 250.000.000,00 yang terdiri dari APBN sebesar Rp. 100.000.000,00, dana APBD Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp. 100.000.000,00, swadaya masyarakat sebesar Rp. 50.000.000,00 yang terdiri dari dana tunai sebesar Rp. 25.000.000,00 dan swadaya tenaga maupun material senilai Rp. 25.000.000,00.
Adapun pembangunan yang akan dikerjakan dengan adanya dana sebesar itu meliputi pengeboran sumur sedalam kurang lebih 100 m dengan segala perlengkapannya, pemasangan instalasi listrik 3500 kwh, pembangunan tower penampung air setinggi 12 m, pemasangan jaringan di sepanjang jalan dan gang di Dusun Klile. Adapun biaya pemasangan dari jalan ke rumah beserta instalasinya menjadi tanggung jawab pelanggan.
Pembangunan sumur, tower, dan jaringan air diharapkan bisa selesai akhir tahun ini, sehingga masyarakat Klile khususnya mulai tahun 2014 sudah bisa mengkonsumsi air bersih dan sehat dari Pamsimas HIK ini. Diharapkan semua keluarga di Dukuh Klile bisa mengakses air bersih ini demi hidup yang lebih sehat. Setelah diadakan pengukuran di semua jalan dan gang yang ada di Klile, panjang jaringan pipa yang akan dipasang nanti tidak kurang dari 2,5 KM. Diharapkan masyarakat sekitar Dusun Klile, seperti Majan Tiyaran dan Majan Jaten, juga bisa memanfaatkan air bersih Pamsimas HIK ini. SMANGAT.
Adapun pembangunan yang akan dikerjakan dengan adanya dana sebesar itu meliputi pengeboran sumur sedalam kurang lebih 100 m dengan segala perlengkapannya, pemasangan instalasi listrik 3500 kwh, pembangunan tower penampung air setinggi 12 m, pemasangan jaringan di sepanjang jalan dan gang di Dusun Klile. Adapun biaya pemasangan dari jalan ke rumah beserta instalasinya menjadi tanggung jawab pelanggan.
Pembangunan sumur, tower, dan jaringan air diharapkan bisa selesai akhir tahun ini, sehingga masyarakat Klile khususnya mulai tahun 2014 sudah bisa mengkonsumsi air bersih dan sehat dari Pamsimas HIK ini. Diharapkan semua keluarga di Dukuh Klile bisa mengakses air bersih ini demi hidup yang lebih sehat. Setelah diadakan pengukuran di semua jalan dan gang yang ada di Klile, panjang jaringan pipa yang akan dipasang nanti tidak kurang dari 2,5 KM. Diharapkan masyarakat sekitar Dusun Klile, seperti Majan Tiyaran dan Majan Jaten, juga bisa memanfaatkan air bersih Pamsimas HIK ini. SMANGAT.
Pembanguan Talud Klile Rt. 02/02 telah rampung
Pembangunan talud jalan di Dukuh Klile, Rt. 02/02 telah rampung dikerjakan. Talud yang membentang ke barat di jalan barat rumah mBah Suyat ini menelan anggaran Rp. 29.000.000,00 dana dari APBD Propinsi Jawa Tengah dibantu swadaya tenaga dari masyarakat Klile. Panjang talud ini sekitar 200 m dengan ketinggian 120 cm. Diharapkan dengan terselesainya pembangunan talud jalan ini bisa memperkokoh badan jalan, sehingga jalan tidak mudah rusak, juga bisa memperindah pemandangan kampung. Jalan juga semakin lebar sehingga bisa digunakan untuk lewat dua mobil sekalipun. Namun sayangnya, antara talud dengan jalan belum diurug tanah sehingga kesannya belum rapi dan membahayakan pengguna jalan, untuk itu peran serta masyarakat dalam swadaya urug tanah sangat diharapkan. Akhirnya, tanpa kerja sama antara Pemerintah Desa dengan Masyarakat mustahil pembangunan bisa terwujud dengan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)





